Wednesday, May 6, 2009

Terancam Hukuman Mati

Selesai sudah karir panjang Antasari di dunia penegakan hukum. Ketua KPK non aktif itu terancam hukuman mati. Kemarin (4/05) statusnya resmi menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran.
Dia disangka melanggar pasal 340 KUHP. “Ancaman tertingginya hukuman mati,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes M Iriawan usai mendampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono di kantornya kemarin.
Pasal 340 KUHP berbunyi barangsiapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan berencana, dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. Peningkatan status Antasari dari saksi menjadi tersangka itu setelah melaui 24 pertanyaan penyidik sejak pukul 10 pagi hingga pukul 14.20.
Ancaman pidana bagi Antasari ini sama seperti Gunawan Santoso yang menjadi kuat otak pembunuhan Direktur Utama (Dirut) PT Aneka Sakti Bakti (Asaba) Boedyharto Angsono pada 2003 lalu. Pasal 340 juga pernah dikenakan pada Sumiarsih, terpidana pembunuhan terhadap Letkol Purwanto. Sumiarsih sudah dieksekusi Juli tahun lalu.
Karena statusnya itu, Antasari resmi ditahan. Tepat saat kumandang azan maghrib, dengan tersenyum santai mantan Kejari Jakarta Selatan itu melenggang ke tahanan narkoba Polda Metro Jaya. Dia dibawa dari ruang penyidikan pukul 17.45 menggunakan mobil Fortuner B 2758 QZ. Jarak sekitar 200 meter itu ditempuh dalam waktu lima menit.
“Beliau kita tempatkan disana karena lebih bagus (fasilitasnya),” ujar Kombes Iriawan. Antasari menginap di tahanan Blok A nomor 10. Di lantai yang sama mendekam Ali Imron, adik Amrozi, terpidana kasus bom Bali.
Polisi tampaknya berusaha memisahkan Antasari dengan tahanan lainnya. Sigid Haryo Wibisono yang sebelumnya berada di sel narkoba, dipindah ke tahanan reserse umum. Bos perusahaan media di Jakarta itu menutupi wajahnya dengan koran saat dipindah.
Antasari Azhar tadi malam dijenguk istrinya, Ida Laksmiwati, di tahanan narkoba, Polda Metro Jaya. Wanita berambut panjang itu datang dengan mobil Toyota Camry hitam bernopol B 1855 VU sekitar pukul 21.00. Sama seperti saat menemani sang suami dalam jumpa pers di rumah Minggu (3/5) lalu, ibu dua anak itu mengenakan gaun bohemian style. Bedanya, gaun itu berwarna biru dipadu asesoris kalung bermata hijau.
Ida tidak menemui suaminya di sel, tapi di ruang tunggu tahanan tersebut. Tak lama kemudian, Antasari muncul. Dia hanya mengenakan kaus dalam putih dengan celana kuning garis-garis.
Setelah 20 menit pertemuan tersebut, beberapa orang lelaki menuju ke mobil Ida. Dari bagasi mobil beberapa barang dikeluarkan. Antara lain kasur lipat, bantal, peralatan mandi, kipas angin, dan sejumlah makanan ringan. Barang-barang itu lantas dimasukkan sel tempat Antasari ditahan di blok A25 lantai satu.
Sekitar pukul 21.35, Antasari keluar dari ruangan. Setelah sempat berbisik dengan salah satu kuasa hukumnya, Antasari lantas menuju selnya. Dua menit kemudian, giliran Ida yang keluar. Tapi, dia irit bicara.
“Bapak baik-baik saja. Beliau tegar. Saya tidak mau terlalu malam berbincang. Besok bapak masih ada aktivitas lainnya,” ujar Ida. Mobil Camry mendekat. Dengan kawalan beberapa petugas, wanita yang wajahnya mirip penyanyi Renny Jayusman itu lantas masuk ke dalam mobil.
Ary Yusuf Amir, salah satu kuasa hukum Antasari, mengatakan, perbincangan dua pasangan itu lebih pada menguatkan satu sama lain. Antasari, kata Ary, mengatakan kepada Ida bahwa ada strategi besar yang dimainkan pihak-pihak tertentu untuk menjebak Antasari.
“Bapak minta keluarga yakin karena Allah tidak akan diam dan membiarkan semua ini. Bapak minta pada ibu jangan pernah percaya opini yang beredar. Apa yang disampaikan bapak kepada ibu adalah yang sebenarnya. Ibu juga bilang bahwa dia dan anak-anak tabah dan berharap bapak tegar menghadapinya,” ujarnya
Dalam keterangan pada wartawan, Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono menjelaskan status Antasari naik menjadi tersangka karena penyidik telah menemukan bukti yang cukup. “Mengenai motif, masih didalami. Kita harus mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Wahyono.
Menurut Kapolda Metro Jaya, nama Antasari disebut oleh Sigid Haryo Wibisono dan Wiliardi Wizar. Dua nama terakhir itu diduga sebagai penyandang dana pembunuhan dan perekrut eksekutor. “Setelah menjawab pertanyaan, dan ditunjukkan bukti-bukti, AA kami jadikan tersangka,” katanya.
Apa bukti-bukti itu? Menurut Kombes Iriawan, diantaranya berupa foto, surat, dan hubungan telepon. “Masih ada yang lain,” katanya. Pengacara Antasari Maqdir Ismail yang mendampingi selama pemeriksaan membenarkan ada foto yang ditunjukkan pada kliennya. “Foto Nasrudin, foto Sigid dan foto Rani,” kata Maqdir sebelum menjenguk kliennya di rutan narkoba.
Kapolda Metro Jaya menjelaskan urutan pengungkapan kasus itu. “Dari hasil olah TKP yang dilakukan, ditemukan ciri-ciri khusus pelaku. Lalu dilakukan penangkapan terhadap tersangka H yang mengaku sebagai joki atau pengemudi motor,” katanya. Selama jumpa pers, Kapolda tak menyebut nama langsung, hanya dengan inisial-inisial.
Informasi yang dihimpun koran ini, H yang dimaksud Kapolda adalah Heri Santosa yang tinggal di Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Di lokasi itu ditemukan sebuah sepeda motor Yamaha Scorpio warna biru no pol B 6862 SNY. Motor itu kemarin juga dibeber di ruang jumpa pers di main hall Polda Metro Jaya.
H, kata Kapolda menyebut nama D. Diketahui bernama Daniel, yang melakukan penembakan sebanyak dua kali terhadap korban dari arah sisi kiri kendaraan BMW B 191 E warna silver di Jalan Hartono Raya Kompleks Modern Land, sekitar 900 meter dari lapangan Golf Modern Land Tangerang pada Sabtu, 14 Maret 2009 sekitar pukul 14.00 WIB.
“Mereka juga mengaku mendapat order dari H,” katanya. H yang kedua itu bernama Hendrikus Kia Walen. Hendrikus berhasil ditangkap. Lalu berkembang menangkap Fransiscus aliasAmsi yang berperan sebagai pemantau.
“AM ini memantau dan mengawasi eksekusi. Dia juga membeli senpi dan menggunakan uang hasil kerja itu untuk membeli motor baru,” katanya. Dua motor yakni Yamaha Mio B 8116 SSE dan Jupiter hitam B 60818 VB juga dibeber di ruang jumpa pers.
Hendrikus juga menyebut nama Edo. Dia menerima uang sebesar Rp400 juta dari Edo, dengan perincian: dibagikan ke masing-masing Heri Santoso Rp70 juta, Daniel Rp70 juta, Amsi Rp30 juta, Sei Rp20 juta, dan sisanya untuk Hendrikus serta biaya operasional sebesar Rp100 juta.
Dari hasil pemeriksaan terhadap Hendrikus diketahui bahwa senjata api yang digunakan jenis Revolver kaliber 38 berikut peluru 6 butir yang masih ada di dalam silinder, dua sudah ditembakkan dan empat masih belum ditembakkan.
“Ditemukan pistol itu ditanam di sebuah rumah,” kata Kapolda. Dari pengakuan Hendrikus, diperoleh keterangan tentang keberadaan Amsi. Lalu ditangkap di kawasan Jakarta Barat. Amsi membeli senjata seharga Rp15 juta dan sewa mobil Avanza Rp5 juta.
Dari hasil peneriksaan Heri Santosa, dilakukan penangkapan terhadap Daniel (penembak/eksekutor) di Pelabuhan Tanjung Priok sewaktu pulang dari Flores dengan menggunakan kapal laut Silimau. “Dia memang sengaja kami tunggu,” kata Kapolda.
Saat diperiksa, Daniel mengaku mendapatkan pesanan penembakan terhadap Nasrudin dengan mendapat imbalan uang Rp70 juta. Hendrikus juga mengaku mendapat pesanan penembakan terhadap Nasrudin dari Eduardus Ndopo Mbete alias Edo.
Kemudian polisi menangkap Edo di rumahnya di Bekasi. “Dari pengakuan tersangka E, dia mengaku mendapat perintah dari WW dan dipertemukan oleh seseorang bernama J,” kata Kapolda.
Dari info yang dihimpun, WW yang dimaksud adalah Kombes Wiliardi Wizar, mantan kapolres Jakarta Selatan. Edo bisa bertemu Wiliardi atas prakarsa Jerry. Sebelumnya Wiliardi meminta Jerry untuk mencari orang yang dapat melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin.
Berdasarkan keterangan Edo dan Jerry, selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Wiliardi Wizar di Taman Ubud Lippo Karawaci Tangerang. Dari pemeriksaan Wiliardi, diperoleh keterangan bahwa uang yang diserahkan kepada Edo berasal dari Sigid Haryo Wibisono sebesar Rp500 juta.( www.radar cirebon.con)(rdl/aga)05 May 2009

kalau coba kita analisa kronologisnya..sepertinya ada yg aneh.. orang 2 sekelas antasari, WW dkk yang notabene orang2 ahli di bidang kriminalitas,melakukan pembunuhan secara sembrono..tidak rapih..ini terlalu sederhana utk pembunuhan dg bayaran yg tinggi.. apa lagi alat bukti yang masih disimpan pelaku(Motor dll)..preman kampung saja tidak se ceroboh ini..apalagi orang2 profesianal...aneh..menurut saya " apa lagi kita tau pak antasari adalah orang yang berani mengubek2 pada pejabat negara yang tersangkut kasus korupsi, ada apa dibalik semua ini?? ada konspirasi besarkah...??

1 comment:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Bunga Kristal

Namanya Bunga Kristal, Cantik, indah juga mahal..bukan bunga murahan, bukan bunga di tepi jalan, bukan bunga liar.
Tidak semua orang bisa menyentuhnya, apalagi memilikinya..
Sayangnya..ia mudah pecah jika terjatuh. ia yang selalu terpekur di dalam Vas keramik yang keras. Hanya bisa mengintip dunia dari lubang kunci, seraya berteriak dalam hati ," Aku ingin bebas memilih bahagiaku..."
Suatu ketika ia melihat bunga rumput di antara ilalang, lincah bebas, tegar, kuat, tidak takut terjatuh & kotor.. Tawanya lucu tatapan matanya nakal. ia menarik sangat menawan indah..Meski tanpa vas keramik.
Itu yang membuat Bunga kristal jatuh hati. Hati mereka terpaut, meski terbatasi vas keramik. Bunga rumput mengajarinya tentang Angin, tentang Hujan, petir, matahari, bulan, tentang apapun..juga tentang langit yang tidak selalu berwarna biru segar..
Pagi Itu Bunga kristal menggeliat hebat, mengambil nafas panjang dan mendorong tubuhnya sekuat tenaga.. dan oh..! vas keramik itu berguling terjatuh menghantam tanah..hancur.. bunga kristal tersungkur melihat sekujur tubuhnya yang retak seraya memunguti pecahan daunnya yang terserak, ia berdiri dan berjalan meninggalkan vas keramik yang angkuh. lalu menghempaskan badannya di antara ilalang. Memandan Bunga Rumput yang berdiri di depannya. Matanya mengerling manja & nakal, namun bersahaja, kristal mendekat mendekap erat bunga rumput dan mendekatkan bibirnya tepat di telinga bunga rumput..lalu berbisik.. " ajari aku tentang hidup...aku memilih mu Sayang.."

bunga kristal
12:31 WIB
14 agustus 2009



Wajah

Wahai manusia-manusia dengan wajah rupawan, masihkah kau merasa bangga dengan apa yang kau miliki sekarang? Tidakkah kau sadar bahwa kecantikan dan ketampananmu itu hanya beberapa milimeter dari tulang belulangmu?! dan dalam hitungan detik, Dia bisa mengambil keindahanmu,menjadikanmu buruk rupa slamanya. Wahai manusia-manusia angkuh, para hartawan dan kuasawan, apa yang bisa kau banggakan dari secuil nikmat yang dititipkan kepadamu?! Bila tanpaNya kau hanya sebuah raga tak bernyawa, apakah masih pantas dirimu disebut HEBAT?! http://dunia-cita.blogspot.com/