Friday, November 4, 2011

GUSDUROLOGI


Gusdurologi, Ilmu Kepemimpinan Ala Gus Dur oleh: Yustus Maturbongs K.H Abdurrahman Wahid atau biasa di sapa Gus Dur telah meninggalkan kita semua menuju Sang Khalik pada hari Rabu, 30 Desember 2009, pukul 18.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Meninggalnya G...us Dur menjadi kesedihan dan kehilangan besar Indonesia akan sosok Guru Bangsa yang gigih memperjuangkan kebebasan dan demokrasi hingga akhir hayatnya. Kepopuleran dan ketokohan seorang Gus Dur bukan hanya untuk kalangan Muslim, tetapi menembus batas perbedaan suku, agama dan golongan apapun. Oleh sebab itu, tak heran Gus Dur sangat dicintai semua orang. Indonesia dan dunia Internasional pun kehilangan. Gus Dur pergi disaat Indonesia masih membutuhkan pemikiran-pemikirannya akan tegaknya demokratisasi, pluralisme dan hak asasi manusia. Namun, ternyata Tuhan lebih mencintai Gus Dur dibandingkan kita. Tuhan telah menyiapkan rencana indah bagi Gus Dur dan menjadi misteri bagi kita umat manusia, kapan kematian akan datang. Tulisan yang saya beri judul Gusdurologi, terinspirasi judul buku Kelirumologi Jaya Suprana. Namun bukan berarti saya menulis tentang kekeliruan seorang Gus Dur, tidak! Seperti kata pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan taring, maka orang besar mati meninggalkan nama besar dan jasa-jasanya. Menulis tentang Gus Dur memang tidak akan pernah habisnya. Sampai saat ini, tulisan-tulisan tentang seorang Gus Dur terus hidup dan mengalir di berbagai media, salah satunya di rumah sehat Kompasiana ini. Hal ini menunjukkan bahwa Gus Dur telah pergi namun pemikiran, tindakan dan ucapannya akan selalu membekas di hati kita. Dengan mengumpulkan berita dari berbagai sumber, maka saya mencoba menulis nilai-nilai inspirasi kepemimpinan yang Gus Dur telah berikan semasa hidupnya. Ilmu 1, Rendah Hati Ilmu pertama yang kita dapatkan dari seorang Gus Dur adalah kerendahan hati. Gus Dur adalah seorang keturunan darah biru (ningrat). Ayahnya, KH. Wahid Hasyim adalah putera KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Ormas NU dan Pesantren Tebu Ireng Jombang. Namun, Gus Dur tidak pernah sombong dengan hal itu. Ketokohan dan kepopuleran Gus Dur bukan karena ia sudah terlahir sebagai cucu tokoh besar Indonesia, namun karena proses yang begitu panjang dalam hidupnya. Karakternya sebagai pemimpin yang rendah hati sudah terbentuk sejak ia masuk Pesantren Tambakberas, Jombang tahun 1956. Bersama santri-santri lainnnya, ia mengalami hal yang sama dalam proses belajar, tidak ada perbedaan. Hal itulah yang Gus Dur bawa kemanapun dan mudah diterima oleh siapa saja. Pemimpin yang memimpin dengan kerendahan hati, mulia perjuangannya Ilmu 2, Kesederhanaan Barangkali diantara semua presiden Indonesia, hanya Gus Dur yang berani mengubah gaya formal dan kekakuan Istana Negara menjadi “istana rakyat”. Wartawan maupun masyarakat mendapatkan akses mudah, hubungan mencair dan penuh goyonan. Sandal jepit, sarung ataukah yang selama ini “diharamkan “ di Istana Negara tidak menjadi persoalan. Nuansa kesederhanaan semasa di pesantren seakan pindah ke Istana Negara. Gaya berpakaian Gus Dur tidak seelok dan perlente Soekarno. Cukup kopiah dan pakaian sederhana. Kita semua masih ingat, ketika Gus Dur digulingkan kekuasaannya sec ara inkonstitusional oleh DPR-RI tahun 2001, Gus Dur meninggalkan Istana Negara hanya menggunakan kaos, celana pendek dan sandal. Inilah gaya kepemimpinan Gus Dur, sederhana namun bersahaja dan bijaksana. Memimpin dalam kesederhanaan adalah hal biasa namun kaya makna Ilmu 3, Humanis Tidak banyak pemimpin di dunia ini yang menerapkan prinsip humanis daripada otoriter dan kepintaran. Gus Dur adalah seorang pemimpin yang menerapkan prinsip humanis dalam gaya memimpinnya. KH Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU mengatakan, “Humanisme Gus Dur berangkat dari nilai-nilai Islam yang paling dalam. Tetapi, humanismenya itu melintasi agama, etnis, teritorial dan negara.” Tidak mengherankan jika Gus Dur mendapatkan banyak penghargaan dalam bidang perdamaian seperti, Doktor Honoris Causa Bidang Perdamaian dari Soka University, Jepang (2003), Global Tolerance Award dari Friends of the United Nations, New York (2003) dan World Peace Prize Award dari World Peace Prize Awarding Council (WPPAC), Seoul, Korea Selatan (2003). Dengan gayanya yang humanis, Gus Dur tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat . Gus Dur berbicara di Masjid, Gereja dan tempat-tempat ibadah lainnya, bukan atas nama agama, tetapi atas dasar prinsip kemanusiaan , bahwa manusia diciptakan untuk saling menghargai dan melindungi satu dengan yang lainnya. Inilah karakter pemimpin Indonesia yang saat ini sangat dibutuhkan,pendekatan secara humanis kepada rakyatnya bukan kekuasaan semata. Yang dipimpin adalah manusia maka selayaknya pemimpin juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan Ilmu 4, Humoris Inilah gaya kepemimpinan Gus Dur yang sangat khas, humoris dan penuh guyonan-guyonan segar. Dengan pendekatan yang humoris inilah seakan tidak ada jarak antara lawan atau kawan. Guyonan-guyonan Gus Dur memecah kebuntuan dalam setiap persoalan. Namun yang perlu diingat, guyonan dan sikap humoris Gus Dur sarat makna dan mengandung nilai-nilai kritik serta edukatif. Mungkin inilah cara Gus Dur menyampaikan sebuah pesan dalam bentuk guyonan-guyonannya. Ucapan Gus Dur, “gitu aja kok repot,” menjadi karakteristik tersendiri. Dalam suatu pertemuan dengan Fidel Castro, presiden Cuba, Gus Dur mengatakan bahwa Indonesia mempunyai empat presiden yang semuanya “gila”. Presiden pertama (Soekarno), gila perempuan; Presiden kedua (Soeharto), gila harta; Presiden ketiga (Habibie), gila teknologi; dan Presiden keempat (Gus Dur) membuat orang jadi gila. Mendengar penjelasan Gus Dur, Fidel Castro tertawa terbahak-bahak. Dalam kesempatan lain, Gus Dur sering mengatakan, Indonesia telah mempunyai empat orang presiden yang mempunyai kelebihan tersendiri. Soekarno adalah Negarawan, Soeharto adalah Hartawan, Habibie adalah ilmuwan dan Gus Dur adalah wisatawan. Maksudnya wisatawan karena Gus Dur meskipun dalam jangka waktu relatif singkat menjadi presiden namun dapat mengunjungi banyak negara untuk tugas-tugas diplomasi kenegaraan. Suatu ketika, Gus Dur pernah mengeluarkan “joke” segar namun penuh kritik, bahwa di Indonesia hanya terdapat tiga polisi yang jujur. Pertama, (alm) Jenderal Hugeng, kedua, polisi tidur, ketiga, patung polisi. Inilah yang harus diteladani jika mau menjadi pemimpin seperti Gus Dur. Humanis yang humoris. Memimpin dengan humoris bagaikan setitik embun di padang gersang Ilmu 5, Visioner Seni memimpin a la Gus Dur adalah visioner dan berani melakukan terobosan. Mungkin sebagian orang mengatakan kebijakan dan keputusan Gus Dur kadangkala “gila” dan kontroversial. Namun inilah kelebihan Gus Dur, apa yang dilakukannya dapat dipertanggungjawabkan dan ia sudah memperhitungkan untuk jangka panjang, bukan saat itu. Terobosan-terobosan oleh Gus Dur mengandung nilai kostrukstif, demokrasi, penegakkan hak asasi manusia dan perdamaian. Di era Gus Dur, ia berhasil memisahkan Kepolisian daari ABRI (sekarang TNI). Pada tanggal 26 Oktober 1999, ia membubarkan Departemen Sosial dan Departemen Penerangan yang selama masa Orde Baru menjadi kekuatan Soeharto. Tanggal 17 Januari 2000, menerbitkan Keppres No. 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat China. Inilah cikal bakal hari raya Imlek dijadikan sebagai hari libur nasional. Selanjutnya pada tanggal 14 Maret 2000, mengusulkan pencabutan Tap MPRS No. XXV/1996 tentang pelarangan penyebaran marxisme, komunisme dan leninisme. Pemimpin sekarang harus belajar dari visioner gaya Gus Dur, keputusan yang diambil bukan karena kepentingan elit politik, pribadi ataukah kekuasaan semata. Apa yang Gus Dur lakukan untuk kemajuan bangsa. Baginya, keturunan Tionghoa adalah warga negara yang mempunyai hak sama serta banyak mengambil peran dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mantan tahanan politik adalah manusia yang berhak memperoleh hak hidup layaknya manusia biasa, tidak lagi didiskriminasikan. Untuk kaum minoritas inilah, Gus Dur berani melakukan terobosan dan pemikiran yang jauh kedepan dalam bingkai kesatuan negara Indonesia. Pemimpin harus mempunyai visi kedepan yang dapat dipertanggungjawabkan tentang apa yang dipimpinnya Ilmu 6, Sabar dan Memaafkan Dalam era kepemimpinan Gus Dur sebagai Presiden Indonesia, entah sudah berapa banyak cacian, fitnah, teror dan sebagainya. Namun sepanjang kepemimpinannya itulah Gus Dur tetap memperlihatkan kesabaran dan jiwa pemaafnya. Seperti guyonannya, “gitu aja kok repot.” Ketika group lawak “Bagito Group” mempelesetkan gaya yang melecehkan Gus Dur, malah Gus Dur membuka pintu maaf untuk mereka. Gus Dur sering difitnahkan telah murtad, dibaptis di Gereja karena kedekatannya dengan kaum non-muslim. Selain itu, ia diisukan pula sebagai agen Zionis Israel karena idenya membuka hubungan diplomatik dengan Israel serta turut mengambil bagian dalam Yayasan Simon Perez. Penganut paham sekularisme barat, tidak berpihak kepada kaum Muslim dan dianggap melecehkan Al-Qur’an. Menghadapi semua tuduhan dan fitnah itu, Gus Dur menjawab dengan “nyeleneh”, gaya khasnya, “Buang-buang energi saja.” Sampai Gus Dur balik kepada sang Khalik, kita semua tidak pernah menemukan semua tuduhan-tuduhan itu. Memang kesabaran dan jiwa pemaaf Gus Dur dengan sendirinya melenyapkan fitnahan dan tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Seorang pemimpin harus mempunyai dua hati, yang satunya sabar dan yang satunya lagi memaafka.

Hatim Gazali GUSDUROLOGI, ILMU KEPEMIMPINAN ALA GUS DUR
oleh: Yustus Maturbongs

K.H Abdurrahman Wahid atau biasa di sapa Gus Dur telah meninggalkan
kita semua menuju Sang Khalik pada hari Rabu, 30 Desember 2009, pukul
18.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Meninggalnya Gus Dur
menjadi kesedihan dan kehilangan besar Indonesia ...akan sosok Guru Bangsa
yang gigih memperjuangkan kebebasan dan demokrasi hingga akhir
hayatnya. Kepopuleran dan ketokohan seorang Gus Dur bukan hanya untuk
kalangan Muslim, tetapi menembus batas perbedaan suku, agama dan
golongan apapun. Oleh sebab itu, tak heran Gus Dur sangat dicintai
semua orang. Indonesia dan dunia Internasional pun kehilangan. Gus Dur
pergi disaat Indonesia masih membutuhkan pemikiran-pemikirannya akan
tegaknya demokratisasi, pluralisme dan hak asasi manusia. Namun,
ternyata Tuhan lebih mencintai Gus Dur dibandingkan kita. Tuhan telah
menyiapkan rencana indah bagi Gus Dur dan menjadi misteri bagi kita
umat manusia, kapan kematian akan datang.

Tulisan yang saya beri
judul Gusdurologi, terinspirasi judul buku Kelirumologi Jaya Suprana.
Namun bukan berarti saya menulis tentang kekeliruan seorang Gus Dur,
tidak! Seperti kata pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau
mati meninggalkan taring, maka orang besar mati meninggalkan nama besar
dan jasa-jasanya. Menulis tentang Gus Dur memang tidak akan pernah
habisnya. Sampai saat ini, tulisan-tulisan tentang seorang Gus Dur
terus hidup dan mengalir di berbagai media, salah satunya di rumah
sehat Kompasiana ini. Hal ini menunjukkan bahwa Gus Dur telah pergi
namun pemikiran, tindakan dan ucapannya akan selalu membekas di hati
kita. Dengan mengumpulkan berita dari berbagai sumber, maka saya
mencoba menulis nilai-nilai inspirasi kepemimpinan yang Gus Dur telah
berikan semasa hidupnya.

Ilmu 1, Rendah Hati

Ilmu pertama
yang kita dapatkan dari seorang Gus Dur adalah kerendahan hati. Gus Dur
adalah seorang keturunan darah biru (ningrat). Ayahnya, KH. Wahid
Hasyim adalah putera KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Ormas NU dan Pesantren
Tebu Ireng Jombang. Namun, Gus Dur tidak pernah sombong dengan hal itu.
Ketokohan dan kepopuleran Gus Dur bukan karena ia sudah terlahir
sebagai cucu tokoh besar Indonesia, namun karena proses yang begitu
panjang dalam hidupnya. Karakternya sebagai pemimpin yang rendah hati
sudah terbentuk sejak ia masuk Pesantren Tambakberas, Jombang tahun
1956. Bersama santri-santri lainnnya, ia mengalami hal yang sama dalam
proses belajar, tidak ada perbedaan. Hal itulah yang Gus Dur bawa
kemanapun dan mudah diterima oleh siapa saja.

Pemimpin yang memimpin dengan kerendahan hati, mulia perjuangannya

Ilmu 2, Kesederhanaan

Barangkali
diantara semua presiden Indonesia, hanya Gus Dur yang berani mengubah
gaya formal dan kekakuan Istana Negara menjadi “istana rakyat”.
Wartawan maupun masyarakat mendapatkan akses mudah, hubungan mencair
dan penuh goyonan. Sandal jepit, sarung ataukah yang selama ini
“diharamkan “ di Istana Negara tidak menjadi persoalan. Nuansa
kesederhanaan semasa di pesantren seakan pindah ke Istana Negara. Gaya
berpakaian Gus Dur tidak seelok dan perlente Soekarno. Cukup kopiah dan
pakaian sederhana. Kita semua masih ingat, ketika Gus Dur digulingkan
kekuasaannya sec ara inkonstitusional oleh DPR-RI tahun 2001, Gus Dur
meninggalkan Istana Negara hanya menggunakan kaos, celana pendek dan
sandal. Inilah gaya kepemimpinan Gus Dur, sederhana namun bersahaja dan
bijaksana.

Memimpin dalam kesederhanaan adalah hal biasa namun kaya makna

Ilmu 3, Humanis

Tidak
banyak pemimpin di dunia ini yang menerapkan prinsip humanis daripada
otoriter dan kepintaran. Gus Dur adalah seorang pemimpin yang
menerapkan prinsip humanis dalam gaya memimpinnya. KH Hasyim Muzadi,
Ketua Umum PBNU mengatakan, “Humanisme Gus Dur berangkat dari
nilai-nilai Islam yang paling dalam. Tetapi, humanismenya itu melintasi
agama, etnis, teritorial dan negara.” Tidak mengherankan jika Gus Dur
mendapatkan banyak penghargaan dalam bidang perdamaian seperti, Doktor
Honoris Causa Bidang Perdamaian dari Soka University, Jepang (2003),
Global Tolerance Award dari Friends of the United Nations, New York
(2003) dan World Peace Prize Award dari World Peace Prize Awarding
Council (WPPAC), Seoul, Korea Selatan (2003). Dengan gayanya yang
humanis, Gus Dur tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat . Gus Dur
berbicara di Masjid, Gereja dan tempat-tempat ibadah lainnya, bukan
atas nama agama, tetapi atas dasar prinsip kemanusiaan , bahwa manusia
diciptakan untuk saling menghargai dan melindungi satu dengan yang
lainnya.
Inilah karakter pemimpin Indonesia yang saat ini sangat
dibutuhkan,pendekatan secara humanis kepada rakyatnya bukan kekuasaan
semata.

Yang dipimpin adalah manusia maka selayaknya pemimpin juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan

Ilmu 4, Humoris

Inilah
gaya kepemimpinan Gus Dur yang sangat khas, humoris dan penuh
guyonan-guyonan segar. Dengan pendekatan yang humoris inilah seakan
tidak ada jarak antara lawan atau kawan. Guyonan-guyonan Gus Dur
memecah kebuntuan dalam setiap persoalan. Namun yang perlu diingat,
guyonan dan sikap humoris Gus Dur sarat makna dan mengandung
nilai-nilai kritik serta edukatif. Mungkin inilah cara Gus Dur
menyampaikan sebuah pesan dalam bentuk guyonan-guyonannya. Ucapan Gus
Dur, “gitu aja kok repot,” menjadi karakteristik tersendiri. Dalam
suatu pertemuan dengan Fidel Castro, presiden Cuba, Gus Dur mengatakan
bahwa Indonesia mempunyai empat presiden yang semuanya “gila”. Presiden
pertama (Soekarno), gila perempuan; Presiden kedua (Soeharto), gila
harta; Presiden ketiga (Habibie), gila teknologi; dan Presiden keempat
(Gus Dur) membuat orang jadi gila. Mendengar penjelasan Gus Dur, Fidel
Castro tertawa terbahak-bahak. Dalam kesempatan lain, Gus Dur sering
mengatakan, Indonesia telah mempunyai empat orang presiden yang
mempunyai kelebihan tersendiri. Soekarno adalah Negarawan, Soeharto
adalah Hartawan, Habibie adalah ilmuwan dan Gus Dur adalah wisatawan.
Maksudnya wisatawan karena Gus Dur meskipun dalam jangka waktu relatif
singkat menjadi presiden namun dapat mengunjungi banyak negara untuk
tugas-tugas diplomasi kenegaraan. Suatu ketika, Gus Dur pernah
mengeluarkan “joke” segar namun penuh kritik, bahwa di Indonesia hanya
terdapat tiga polisi yang jujur. Pertama, (alm) Jenderal Hugeng, kedua,
polisi tidur, ketiga, patung polisi. Inilah yang harus diteladani jika
mau menjadi pemimpin seperti Gus Dur. Humanis yang humoris.

Memimpin dengan humoris bagaikan setitik embun di padang gersang

Ilmu 5, Visioner

Seni
memimpin a la Gus Dur adalah visioner dan berani melakukan terobosan.
Mungkin sebagian orang mengatakan kebijakan dan keputusan Gus Dur
kadangkala “gila” dan kontroversial. Namun inilah kelebihan Gus Dur,
apa yang dilakukannya dapat dipertanggungjawabkan dan ia sudah
memperhitungkan untuk jangka panjang, bukan saat itu.
Terobosan-terobosan oleh Gus Dur mengandung nilai kostrukstif,
demokrasi, penegakkan hak asasi manusia dan perdamaian.
Di era Gus Dur,
ia berhasil memisahkan Kepolisian daari ABRI (sekarang TNI). Pada
tanggal 26 Oktober 1999, ia membubarkan Departemen Sosial dan
Departemen Penerangan yang selama masa Orde Baru menjadi kekuatan
Soeharto. Tanggal 17 Januari 2000, menerbitkan Keppres No. 6 Tahun 2000
tentang Pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 tahun 1967 tentang
Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat China. Inilah cikal bakal hari
raya Imlek dijadikan sebagai hari libur nasional. Selanjutnya pada
tanggal 14 Maret 2000, mengusulkan pencabutan Tap MPRS No. XXV/1996
tentang pelarangan penyebaran marxisme, komunisme dan leninisme.
Pemimpin sekarang harus belajar dari visioner gaya Gus Dur, keputusan
yang diambil bukan karena kepentingan elit politik, pribadi ataukah
kekuasaan semata. Apa yang Gus Dur lakukan untuk kemajuan bangsa.
Baginya, keturunan Tionghoa adalah warga negara yang mempunyai hak sama
serta banyak mengambil peran dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Mantan tahanan politik adalah manusia yang berhak memperoleh hak hidup
layaknya manusia biasa, tidak lagi didiskriminasikan. Untuk kaum
minoritas inilah, Gus Dur berani melakukan terobosan dan pemikiran yang
jauh kedepan dalam bingkai kesatuan negara Indonesia.

Pemimpin harus mempunyai visi kedepan yang dapat dipertanggungjawabkan tentang apa yang dipimpinnya

Ilmu 6, Sabar dan Memaafkan

Dalam
era kepemimpinan Gus Dur sebagai Presiden Indonesia, entah sudah berapa
banyak cacian, fitnah, teror dan sebagainya. Namun sepanjang
kepemimpinannya itulah Gus Dur tetap memperlihatkan kesabaran dan jiwa
pemaafnya. Seperti guyonannya, “gitu aja kok repot.” Ketika group lawak
“Bagito Group” mempelesetkan gaya yang melecehkan Gus Dur, malah Gus
Dur membuka pintu maaf untuk mereka. Gus Dur sering difitnahkan telah
murtad, dibaptis di Gereja karena kedekatannya dengan kaum non-muslim.
Selain itu, ia diisukan pula sebagai agen Zionis Israel karena idenya
membuka hubungan diplomatik dengan Israel serta turut mengambil bagian
dalam Yayasan Simon Perez. Penganut paham sekularisme barat, tidak
berpihak kepada kaum Muslim dan dianggap melecehkan Al-Qur’an.
Menghadapi semua tuduhan dan fitnah itu, Gus Dur menjawab dengan
“nyeleneh”, gaya khasnya, “Buang-buang energi saja.” Sampai Gus Dur
balik kepada sang Khalik, kita semua tidak pernah menemukan semua
tuduhan-tuduhan itu. Memang kesabaran dan jiwa pemaaf Gus Dur dengan
sendirinya melenyapkan fitnahan dan tuduhan-tuduhan yang dialamatkan
kepadanya.

Seorang pemimpin harus mempunyai dua hati, yang satunya sabar dan yang satunya lagi memaafka

Saturday, May 28, 2011

Trik sulap "Air anti gravitasi"

 Lagi seneng maen2 sulap neh.. 

Pasti anda sudah sering lihat para pesulap
 melakukanya........ mereka membalik botol yang berisi air tapi isinya (air) tidak tumpah!!! setelah saya cari2! akhirnya saya mengetahui bagaimana cara mereka melakukanya!
dan saya ingin berbagi kepada anda semua!


       Tapi! sebelum anda mencobanya anda harus membuat alatnya dulu.......! tapi anda tidak perlu cemas karena alatnya sangat mudah untuk dibuat!



Alat yang harus disediakan:
-gelas aqua
-gunting
-botol


Cara membuatnya:
-potong gelas aqua dan ambil bagian bawah dari gelas tersebut!
-atur besarnya agar sama dengan basar moncong pada botol! ingat jangan terlalu kecil......!
-kalau sudah selesai anda tinggal beraksi di depan teman2 anda!


Cara memakainya:
-isi botol yang sudah anda siapkan dengan air!
-atau kalau perlu suruh penonton untuk memeriksanya! biar mereka lebih percaya!
-kalau sudah tutup moncong botol itu dengan alat yang sudah anda buat tadi!
-ingat usahakan penonton tidak tahu saat anda melakukanya!
-kalau sudah anda tu2p...... balik botol tersebut, dan usahakan alatnya pas!
-ingat! alat itu tidak dimasukkan! tapi hanya di tempelkan saja di lubangnya!
-anda tidak perlu cemas! karena kalau anda melakukanya dengan benar alat itu tidak akan jatuh!
-kalau sudah selesai....................perlihatkan kepada teman anda, dan anda akan mendengar tepuk tangan mereka!
-oh iya satu hal lagi! jarak antara penonton dan pesulap sangatlah penting!!!

sumber : http://qqmainan.com/component/content/article/98-Game-Section-098/9737-Trik-Sulap-Air.html

Wednesday, April 27, 2011

Lomba Cepat Menghitung


Bagi pembaca yang suka posting  saya yang berkategori Sulap Matematika mungkin akan suka yang satu ini, tapi kelihatannya sih ini akan lebih berhasil jika dipakai oleh pembaca yang SD atau SMP tapi tidak menutup kemungkinan yang SMA juga masih bisa terkagum-kagum

Jadi ceritanya begini coba kamu tulis begini di selembar kertas,
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Sudah? Nah kamu sekarang suruh temanmu itu menuliskan sebuah angka di nomor 1 (terserah berapa pun boleh!) dan suruh di tulis lagi juga untuk nomor 2nya (terserah juga). Lalu suruh dia membuat angka di nomor 3 dengan menjumlah angka di nomor 1 dan 2 (misalnya nomor 1 dan 2 itu angkanya 5 dan 4 maka nomor 3 adalah 9). Lalu begitu juga untuk nomor 4, isilah nomor 4 dengan menjumlah nomor 2 dan 3. lalu nomor 5 dengan menjumlah 3 dan 4. Sampai habisssss... nomor 10.
Jika sudah suruh teman kamu itu menjumlah semuanya mulai dari nomor 1 sampai nomor 10. Disinilah permainannya, tugas kamu adalah mengetahui hasilnya lebih cepat daripada teman kamu itu (Supaya kamu tidak dibilang curang sebaiknya kamu tidak mengintip tulisan dia, sampai dia selesai menuliskan angka kesepuluh).
Izinkanlah dia memakai kalkulator agar dia kalah telak ketika kita berhasil menebaknya tanpa kalkulator.

RAHASIANYA

Jumlah semuanya adalah sama dengan angka yang ada di nomor 7 dikali 11. Jadi ketika dia sibuk menekan tombol kalkulator yang perlu kamu lakukan cuma mengalikan angka di nomor 7 dengan 11. Contoh:
1.  3
2.  2
3.  5
4.  7
5.  12
6.  19
7.  31
8.  50
9.  81
10.  131

perhitungan dia
3 + 2 + 5 + 7 + 12 + 19 + 31 + 50 + 81 + 131 = 341
perhitungan kamu
31 x 11 = 341

Jangan bilang kamu belum tahu cara cepat mengalikan suatu bilangan dengan 11. GOOGLING sana!
Tapi saya tetap akan beritahu sedikit, misalnya 31 dikali 11
maka siapkan angka 3 di digit ratusan dan 1 didigit satuan seperti ini 3_1, lalu untuk digit puluhannya didapat dengan menjumlahkan 3 dan 1,  yaitu 4 jadilah dia 341.

PENJELASAN

Kenapa bisa gitu ya?
Gini anggap saja angka ke 1 dan 2, a dan b maka jadinya,
1.  a
2.  b
3.  a+b
4.  a+2b
5.  2a+3b
6.  3a+5b
7.  5a+8b
8.  8a+13b
9.  13a+21b
10.  21a+34b

berarti kalau semua dijumlahkan jadinya adalah (a) + (b) + (a+b) + (a+2b) + (2a+3b) + (3a+5b) + (5a+8b) + (8a+13b) + (13a+21b) + (21a+34b) = 55a + 88b
nah berarti sama kan jika isi di nomor ke7 dikali 11, (5a + 8b) x 11 = 55a + 88b
Lebih cepatkan?

Info sulap

MisteriSulap.com

Dua orang sukarelawan, sebut saja si A dan si B, dipersilakan untuk memilih salah satu dari dua sifat yang disediakan. Yaitu sifat jujur, dan sifat pembohong.
Masing-masing bisa memilih sifat yang sama, bisa juga memilih sifat yang berbeda. Bila memilih jujur, maka ia harus menjawab dengan jujur setiap pertanyaan yang nanti akan ditanyakan kepadanya. Sebaliknya bila memilih sebagai pembohong, maka ia harus berbohong saat menjawab pertanyaan tersebut.
Deddy Corbuzier lalu memberi sebuah cincin untuk nantinya disimpan oleh salah satu dari keduanya. Lalu si A dan si B diberi kesempatan secara tertutup untuk berunding dan saling mengetahui sifat apa yang dipilih oleh masing-masing, serta memutuskan siapa yang akan membawa cincin tersebut. Keduanya pun kembali ke hadapan Corbuzier tanpa memberitahu sifat apa yang telah dipilih oleh tiap-tiap orang dan tanpa memberitahu siapa yang saat itu membawa cincinnya.Apakah Anda dan si B memilih sifat yang sama?, Deddy Corbuzier mulai mengajukan pertanyaan kepada si A.
Bila ia dan si B misalnya telah memilih sifat yang sama, dan ia memilih sifat sebagai pembohong, maka ia harus berbohong dengan menjawab, Tidak. Bila ia memilih sebagai pembohong dan si B misalnya memilih sifat jujur, maka tentu ia harus menjawab, Sama, karena pilihannya tidak sama namun ia harus berbohong. Dan seterusnya. Si A memikirkan jawabannya sesaat, lalu dengan mantap menjawab, Ya, sama.Deddy Corbuzier lalu beralih kepada si B, Apakah Anda yang membawa cincinnya?Sejenak si B terlihat berpikir. Ia tahu siapa yang membawa cincinnya, namun ia harus menjawab sesuai dengan sifat yang telah dipilihnya. Akhirnya, dengan intonasi datar ia pun menjawab, “Tidak. Bukan saya yang membawanya.Dengan berkonsentrasi sedikit, Deddy Corbuzier memperhatikan raut wajah kedua orang sukarelawan tersebut. Lalu ia tertawa dan berkata kepada si B, Ya ya, saya tahu Anda orang yang jujur, serta menyodorkan telapak tangan kanannya kepada si A, Mana cincinnya?Dengan wajah penuh tanda tanya, si A hanya pasrah dan menyerahkan cincin tersebut. Hanya dengan dua pertanyaan, satu untuk tiap-tiap orang. Penonton bertepuk tangan, dan Deddy Corbuzier pun tersenyum puas. Bagaimana ia dapat melakukannya? Benarkah Deddy Corbuzier dapat membaca pikiran kedua orang tersebut? Mau tahu rahasianya?
***
Rahasia sulap lainnya: www.MisteriSulap.com
***
Dalam setiap pertunjukannya, Deddy Corbuzier selalu menekankan kepada penontonnya bahwa ia bukanlah seorang ilusionis, yang misalnya melakukan trik sulap menghilangkan mobil di atas panggung dengan hanya ditutup dengan tirai hitam selama 5 detik, dan lain sebagainya. Ia mengaku lebih senang disebut sebagai seorang mentalis alias Master of Mind, yang trik-triknya berhubungan dengan pikiran atau mental manusia. Aksi sulapnya yang paling populer adalah aksi yang disebut dengan Metal Blending, yakni membengkokkan sebuah sendok dengan kekuatan pikirannya atau kekuatan pikiran seseorang.
Kejadian di atas adalah salah satu sesi pertunjukannya dalam acara Mind and Magic yang disiarkan oleh TV7 hari Sabtu malam kemarin, mulai jam setengah sembilan. Sekali lagi, bagaimana ia dapat mengetahui secara persis siapa pembawa cincinnya? Benarkah ia benar-benar dapat membaca pikiran si A dan si B? Atau apakah ia sebelumnya telah melakukan kongkalikong dengan si A dan/atau si B? Atau barangkali ia telah menyuruh seseorang untuk mengintip saat keduanya berunding, lalu memberitahunya secara diam-diam menggunakan kode tertentu? Ataukah cincin tersebut telah dipasangi suatu alat tertentu yang dapat memancarkan sebuah gelombang yang menyebabkan orang yang membawa pasangan lain dari alat tersebut dapat mendeteksi dimana cincin tersebut berada? Atau jangan-jangan ia menggunakan jin untuk melihat dan memberitahu siapa pembawa cincinnya? hehehe..
Tabel LogikaSaya kira jawabannya tidak serumit itu. Dengan menggunakan logika matematika sederhana dan melihat semua kemungkinan yang mungkin terjadi, terbukti bahwa kita juga dapat melakukan hal yang sama dengan mudah. Perhatikan gambar tabel di samping. Kita bisa mengetahui apa saja kemungkinan sifat yang dimiliki oleh si A dan si B atas jawaban dari pertanyaan pertama Deddy Corbuzier. Bila si A menjawab pertanyaan pertama Corbuzier dengan jawaban Tidak sama, maka si B pastilah memilih sifat sebagai pembohong. Karena si A menjawab Sama, maka bisa dipastikan bahwa si B telah memilih sifat jujur. Ditambah pertanyaan kedua terhadap si B, terjawablah siapa pembawa cincinnya. Yaitu sesuai dengan jawaban si B, karena si B jujur. YES! Terjawab sudah. Ternyata caranya mudah kan? Hei, sabar dong! Tentu saja Anda bisa mempraktekkannya kepada teman-teman atau keluarga Anda. Saya doakan semoga mereka belum membaca tulisan ini biar Anda tidak kecewa, hehehe..
Btw, saya jadi curiga, apakah aksi-aksi sulap Deddy Corbuzier yang lain sebetulnya juga seperti ini? Hanya saja karena kita belum mengetahui rahasianya? Ataukah ia memang menggunakan kekuatan pikiran seperti yang selama ini ia klaim? Saya tidak tahu. Mungkin sebagian ya dan sebagian lagi tidak. Barangkali Anda tahu sesuatu? Mengapa tidak Anda share saja di sini biar kita semua tahu? hehehe..

sumber terkait : http://ibnufarid.com/2005/07/25/rahasia-deddy-corbuzier-akhirnya-terkuak

Bunga Kristal

Namanya Bunga Kristal, Cantik, indah juga mahal..bukan bunga murahan, bukan bunga di tepi jalan, bukan bunga liar.
Tidak semua orang bisa menyentuhnya, apalagi memilikinya..
Sayangnya..ia mudah pecah jika terjatuh. ia yang selalu terpekur di dalam Vas keramik yang keras. Hanya bisa mengintip dunia dari lubang kunci, seraya berteriak dalam hati ," Aku ingin bebas memilih bahagiaku..."
Suatu ketika ia melihat bunga rumput di antara ilalang, lincah bebas, tegar, kuat, tidak takut terjatuh & kotor.. Tawanya lucu tatapan matanya nakal. ia menarik sangat menawan indah..Meski tanpa vas keramik.
Itu yang membuat Bunga kristal jatuh hati. Hati mereka terpaut, meski terbatasi vas keramik. Bunga rumput mengajarinya tentang Angin, tentang Hujan, petir, matahari, bulan, tentang apapun..juga tentang langit yang tidak selalu berwarna biru segar..
Pagi Itu Bunga kristal menggeliat hebat, mengambil nafas panjang dan mendorong tubuhnya sekuat tenaga.. dan oh..! vas keramik itu berguling terjatuh menghantam tanah..hancur.. bunga kristal tersungkur melihat sekujur tubuhnya yang retak seraya memunguti pecahan daunnya yang terserak, ia berdiri dan berjalan meninggalkan vas keramik yang angkuh. lalu menghempaskan badannya di antara ilalang. Memandan Bunga Rumput yang berdiri di depannya. Matanya mengerling manja & nakal, namun bersahaja, kristal mendekat mendekap erat bunga rumput dan mendekatkan bibirnya tepat di telinga bunga rumput..lalu berbisik.. " ajari aku tentang hidup...aku memilih mu Sayang.."

bunga kristal
12:31 WIB
14 agustus 2009



Wajah

Wahai manusia-manusia dengan wajah rupawan, masihkah kau merasa bangga dengan apa yang kau miliki sekarang? Tidakkah kau sadar bahwa kecantikan dan ketampananmu itu hanya beberapa milimeter dari tulang belulangmu?! dan dalam hitungan detik, Dia bisa mengambil keindahanmu,menjadikanmu buruk rupa slamanya. Wahai manusia-manusia angkuh, para hartawan dan kuasawan, apa yang bisa kau banggakan dari secuil nikmat yang dititipkan kepadamu?! Bila tanpaNya kau hanya sebuah raga tak bernyawa, apakah masih pantas dirimu disebut HEBAT?! http://dunia-cita.blogspot.com/