Hal penting yang tidak disadari oleh orang tua dewasa ini adalah tentang pentingnya menanamkan value atau nilai² kehidupan pada anaknya sebagai bekal mengarungi kehidupan.
Sehingga nilai² kehidupan yang tertanam pada anaknya ternyata tidak mendukung kualitas diri, kehidupan, relasi, sukses karir dan bisnis, dan berbagai capaian pada aspek hidup lainnya.
Umumnya yang terjadi, saat mereka masih kecil, orang tua sibuk mengejar karir atau membangun usaha sehingga abai atau tidak sempat mengajari mereka nilai-nilai kehidupan yang baik.
Ada lagi yang orang tuanya sendiri tidak mengerti perihal nilai-nilai hidup yang baik. Dengan demikian yang orang tua ini ajarkan kepada anak-anak mereka adalah nilai-nilai hidup mereka, yang mereka pikir baik dan benar, padahal tidak baik dan tidak benar.
Anak-anak yang tumbuh dengan nilai hidup yang tidak kuat akhirnya, melalui proses tumbuh kembang dan interaksi dengan lingkungan, mengadopsi nilai-nilai hidup dari berbagai sumber yang tidak kredibel.
Nilai-nilai hidup tidak terlihat karena ia sejatinya kepercayaan (𝘣𝘦𝘭𝘪𝘦𝘧) yang mengkristal dengan muatan intensitas emosi sangat tinggi dan diterima sebagai hal yang (sangat) penting atau bernilai tinggi.
Kita hanya bisa melihat dampak yang ditimbulkan oleh nilai hidup pada proses berpikir, ucapan, tindakan atau perbuatan. Dan pada kondisi yang sangat genting atau mendesak, saat nalar tumpul atau lumpuh, apapun yang dilakukan individu sepenuhnya didikte oleh nilai hidupnya yang paling kuat.
Nilai hidup menjadi perekat relasi antara dua atau lebih individu. Sebaliknya, nilai hidup juga yang menjadi alasan terjadinya perpisahan atau berakhirnya suatu pertemanan atau kerjasama.
Ketidakcocokan nilai hidup sangat sulit disatukan. Saya melihat sendiri dan menjumpai bagaimana relasi yang semula terjalin sangat baik akhirnya harus diakhiri atau berakhir karena perbedaan nilai, terutama nilai kejujuran, kesetiaan, dan kehormatan (martabat).
Banyak pasangan berpisah karena perbedaan nilai yang sangat mendasar. Masing-masing bersikeras memegang dan mempertahankan nilai hidup yang mereka yakini benar. Mereka menuntut orang lain berubah.
Mereka lupa bahwa nilai hanyalah ide yang dulu ditanamkan ke pikiran bawah sadarnya oleh figur otoritas, atau ide yang mereka adopsi dari berbagai sumber tanpa pemeriksaan kebenaran dan manfaat.
Beberapa nilai penting yang perlu kita, orang tua, ajarkan secara sadar, melalui teladan, kepada anak-anak antara lain nilai kesetiaan, kejujuran, keluarga, uang, bisnis, kesehatan, kehormatan, relasi, cinta, persahabatan.
Singkat cerita value atau nilai adalah:
- Sesuatu yang kita percaya sebagai hal yang penting / berharga.
- Kondisi emosi yang kita percayai sebagai emosi yang penting untuk kita alami atau hindari.
- Value menentukan fokus dan bagaimana kita memanfaatkan waktu.
- Value dapat berubah.
- Value dapat menimbulkan konflik diri.
- Setiap area kehidupan memiliki value sendiri.
- Value / nilai berfungsi sebagai timbangan mental yang menentukan setiap keputusan yang kita lakuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar